Menjadi Fasilitator: Kudu Peka Konflik
Oleh: Dian Mardiana
PERSOALAN kelurahan rupanya bejubel dan pemerintah setempat belum mengambil tindakan nyata, terbendung peraturan desa dan daerah. Dari mulai sengketa lahan, berebut area dagang dengan pendatang/pengungsi dan sebagainya. Semua persoalan awalnya bisa ditoleransi dan diselesaikan melalui musyawarah kelompok kecil. Namun lama-lama persoalan menjadi besar dan kompleks. Kelurahan dan kecamatan kewalahan.
“Inilah yang mengundang konflik” seru kawan berperawakan tinggi. Namanya Gilbert Kaose, dari Pamona Poso. Gilbert adalah seorang Fasilitator musrenbang di Kelurahan. Konflik area dagang rupanya sedang ramai dibicarakan. Pada dasarnya konflik bukan hanya tentang rebutan lahan. Bayang-bayang perbedaan agama ada di belakang meja. Perencanaan kelurahan pun menjadi salah satu arena pertempuran penyelesaian sengketa. Butuh perjuangan yang tidak sebentar. Read the rest of this entry »
Menonton Video IMD
Oleh: Dian Mardiana
EMPAT puluh minggu sudah, aku menantimu. Demi kau anakku. Hari ini aku sakit dan nyeri dan saat terdengar pecahnya nyaring tangismu, bahagia mengisi relung kalbuku. Mari sini nak, kudekap erat kamu.
Ketika dilahirkan bayi memiliki naluri untuk mencari sumber kehidupannya. Yang dibutuhkan hanyalah sentuhan kulit antara bayi dan ibunya dalam satu jam setelah kelahirannya. Penelitian membuktikan Inisiasi Dini Menyusu dalam satu jam kelahirannya meningkatkan keselamatan jiwa si bayi dan mendorong keberhasilan pemberian ASI selanjutnya. Begitu lahir, bayi cukup di lap hingga bersih. Dan tanpa dibedong langsung diletakan di perut atau dada ibunya. Biarkan bayi tengkurap sehingga terjadi sentuhan antara kulit perut atau dada ibu dan bayi dan refleks merangkak dan menyusu terjadi 20 hingga 50 menit kemudian. Sentuhan kulit ibu dan bayi akan menjaga suhu bayi dan menghangatkannya saat berusaha mencari puitng susu ibu. Sungguh suatu momen yang sangat menakjubkan ketika akhirnya bayi berhasil menemukan putting susu ibunya dan mulai menyusu. Dia akan segera mereguk kolostrom yang sangat berharga. Kolostrom atau susu pertama ibu yang berwarna kekuningan mengandung zat-zat penting untuk kekebalan tubuh bayi. Sentuhan mulut bayi dan putting itu juga merangsang produksi ASI dan melatih bayi menyusu serta mempererat kasih sayang ibu dan belahan hatinya. Sungguh menakjubkan. Mendekap dan membiarkan bayi menyusu dalam satu jam kelahirannya. Meningkatkan kelangsungan hidup si bayi. (Bayi Amelia, Klaten 13 Agustus 2007. Diunduh dari youtube.com didukung oleh Bakti Husada dan Unicef)
Pemutaran video Inisiasi Menyusu Dini (IMD) terbukti mematahkan banyak mitos tentang ASI dan bayi. Mitos bahwa ASI tidak dapat keluar sebelum dua minggu dari kelahiran adalah kesalahan besar yang bisa dibuktikan secara alamiah pula ilmiah. Tidak hanya itu, pengetahuan warga pun lalu ikut berubah. Read the rest of this entry »
Kaum Perempuan, [Bukan] Orang Rumahan
Oleh: Dian Mardiana
Mengapa tanahku rawan ini
Bukit bukit telanjang berdiri
Pohon dan rumput enggan bersemi kembali
Burung-burung pun malu bernyanyi
Kuingin bukitku hijau kembali
Semenung pun tak sabar menanti
Doa kan kuucapkan hari demi hari
Kapankah hati ini kapan lagi
Lagu nge-tren penyanyi Gombloh Berita Cuaca di era 80an sepertinya cocok untuk menggambarkan berita alam di daerah Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Banyak harapan yang harus diperjuangkan terkait dengan tanah dan lahan pertanian. Tentunya semua asa dan perubahan ini tidak bisa dilakukan hanya dengan mengangkat tangan dan memohon doa belaka.
Metode Calistung dalam Isu Kesehatan Ibu dan Anak
Oleh: Dian Mardiana

Ibu-ibu kader posyandu berdiskusi bagaimana menerapkan metode literasi/ calistung pada isu kesehatan ibu dan anak
CALISTUNG adalah singkatan dari membaca, menulis, dan berhitung. Calistung adalah tahapan dasar orang bisa mengenal huruf dan angka. Banyak pakar menganggap penting calistung untuk mempermudah komunikasi dalam bentuk bahasa tulis dan angka. Umumnya belajar calistung ini banyak disampaikan di pendidikan formal, yaitu sekolah.
Fenomena muncul ketika ada masyarakat yang ternyata belum bisa mengenyam sekolah. Mereka tahu huruf-huruf dan angka tapi tidak bisa membaca. Mereka tahu uang tapi tidak bisa menghitungnya. Tahap-tahap pengenalan inilah yang mulai banyak dikaji dan dikembangkan dalam pengembangan metode calistung atau literasi.


